• Kategori

  • Mamereng Tanggal Da

    Januari 2008
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Download Software Gratis

  • Jumlah Pengujung sugara's weblog

    • 63,847 hits
  • Foto Robby Sugara Silaen

    Robby Ganteng

    pas photo

    Cross Countri

    Lebih Banyak Foto
  • SILSILAHKU

    - RAJA IHATMANISIA - RAJA MOKMOK - ENGBANUA - RAJA BONANGBONANG - RAJA BATAK - RAJA ISOMBAON - TUAN SORIMANGARAJA - INA-III (ISTRI KE3) - TUAN SORBANIBANUA - NAI ANTING MALELA - TUAN SIHUBUL/br. PASARIBU - RAJA TAMPUKNABOLON/br. SITORUS - RAJA MATANIARI/br. SIAHAAN HINALANG - SODDI RAJA/br. TORUS BOLTOK - O. SUMINDAR(I) - NAMORA RAJA - O. SUMINDAR (II) - O. SIHARONDA/br. SAMOSIR - O. BAHAL/br JUNTAK - K. K. JAIRUS - O.TONGGI - PARHATA SAUT/br. PANJAITAN - O. SAUT(JONATHAN SILAEN/br. PARDOSI) O. SAUT MEMPUNYAI ANAK 9 ORANG - O. RAMSES (MANUEL SILAEN/br. SIMANJUNTAK) - MUDA - MONANG - HULLING - SUMAN - NIRMALA - TIRAMAN br. SILAEN - GOLKARIA br. SILAEN - ZEIN br. SILAEN O. RAMSE(MANUAEL SILAEN/br. SIMANJUNTAK) MEMPUNYAI ANAK 7 ORANG : - TIMUR SILAEN/br. SIMANJUNTAK(A. RAMSES) - O. RICKY br. SILAEN - JONSON SILAEN/br. PARDEDE (A. RONAL) - BAKTIAR/br. SIJABAT (A. ROMA) - NAI HOTBEN br. SILAEN - NAI SISKA br. SILAEN - RAMLI SILAEN/br. SITANGGANG (A. KERI) A. ROMA(BAKTIAR SILAEN/br. SILAEN) MEMPUNYAI ANAK 6 ORANG : - ROMA br. SILAEN (MARGA SIMATUPANG) - RAYMOND SILAEN - ROSSI MUSTIKA SILAEN - ROBBY SUGARA SILAEN (ROSOFT_SILAEN) - RANI ASIMA SILAEN - RUBA SILAEN DIBUAT OLEH ROBBY SUGARA SILAEN (SUDDUT 15) dikutip dari Taromo Op. Siharonda yang dibuat oleh Jonathan Silaen/br. PARDOSI (Op. Saut)

KECUBUNG (Datura Metel, Linn)

KECUBUNG

(Datura metel, Linn.)

Kingdom : Plantae

Filum : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Solanales

Familia : Solanaceae

Genus : Datura

Spesies : Datura metel

Sinonim:

Datura fastuosa, Linn. D. alba, Ness. D. fastuosa, Linn. Var alba C.B.Clarke. Daturae folium, Hindu datura, Datura sauveolens, Datura stramonium, Hyoscyamus niger,Black Henbane, Devil’s Trumpet, Metel, Downy Thorn-Apple.

Nama Lokal:

Kecubung (Jawa, Sunda), Kacobhung (Madura), Bemebe (Madura), Bulutube (Gorontalo), Taruapalo(Seram), Tampong-tampong (Bugis), Kecubu (Halmahera, Ternate), Padura (Tidore), Karontungan, Tahuntungan (Minahasa).

Kecubung juga terdapat di Cina, Inggris, dan Belanda

Nama Melayu:

Kechubung, Terung pengar, Terung pungak

Khasiat : Spasmolitik, antitusif, analgesik

Sifat khas: pahit, pedas, menghangatkan, dan sangat beracun.

Bagian yang digunakan; bunga, daun, dan buah.

Nama simplisia: Datura albae Flos ; bunga Kecubung

Datura albae Folium ; daun Kecubung

Morfologi:

Kecubung (Datura metel) termasuk jenis tumbuhan perdu tahunan yang mempunyai pokok batang kayu, keras dan tebal.

Cabang : Cabangnya banyak dan mengembang ke kanan dan ke kiri sehingga membentuk ruang yang lebar. Tinggi dari tumbuhan kecubung 0,5-2 m.

Daun : Berbentuk bulat telur, tunggal, tipis, dan pada bagian tepinya berlekuk lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Serta ujung dan pangkal meruncing dan pertulangannya menyirip. Daun Kecubung berwarna hijau.

Bunga : Bunga Kecubung tunggal menyerupai terompet dan berwarna putih atau lembayung. Mahkotanya berwarna ungu. Panjang bunga lebih kurang 12-18 cm. Bunga bergerigi 5-6 dan pendek. Tangkai bunga sekitar 1-3 cm. Kelopak bunga bertaju 5 dengan taju runcing. Tabung mahkota berbentuk corong, rusuk kuat, dan tepian bertaju 5. Taju dimahkotai oleh suatu runcingan. Benang sari tertancap pada ujung dari tabung mahkota dan sebagai bingkai berambut mengecil ke bawah. Bunga mekar di malam hari. Bunga membuka mnjelang matahari tenggelam dan menutup sore berikutnya.

Buah : Buah Kecubung hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat. Buah Kecubung bagian luarnya dihiasi duri-duri pendek dan dalamnya berisi biji-biji kecil warna kuning kecoklatan. Diameter buah ini sekitar 4-5 cm. Buah yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang sudah tua berwarna hijau tua. Bakal buah dalam paroan bawah beruang 4 dan pada puncak beruang 2. Buah duduk pada dasar bunga yang menebal dan melebar ditambah sisa-sisa dari kelopak. Buah berbentuk bola, dinding pada waktu masak terpecah kecil-kecil dan tidak teratur.

Biji : Berwarna kuning cokelat, gepeng berbentuk telinga, berbintik atau bersaluran (tidak terang).

Akar : Akar Kecubung adalah sistem perakaran tunggang.

Anatomi:

1. Batang

Batang Kecubung mempunyai jaringan-jaringan sebagai berikut:

· Jaringan Epidermis

Terdiri dari selapis sel yang menyelubungi batang, berbentuk persegi, dan dinding selnya dilapisi kutikula. Terdapat stomata di antara sel-sel epidermisnya. Derivat epidermis pada batang terdiri dari stomata, trikomata, sel silika, dan sel gabus.

· Jaringan Korteks

Terdiri dari jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Jaringan kolenkim terdapat pada bagian tepi korteks (perifer) dan berbentuk seperti silinder utuh. Jaringan parenkim terdapat pada bagian tepi dekat permukaan batang dan mengandung kloroplas. Parenkim berisi tepung, kristal, dan zat lain. Pada batang muda Kecubung, lapisan sel korteksnya banyak mengandung tepung dan disebut fluoterma.

· Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut zat hara dan air dari dalam tanah menuju ke daun. Sedang floem mengangkut hasil asimilasi dari daun ke seluruh tubuh.

Tipe jaringan pengangkut pada Kecubung adalah tipe berkas pengangkut bikolateral. Berkas pengangkutnya mempunyai floem kuar dan floem dalam dengan xilem terletak di antaranya.

· Stele

Stele dengan jaringan pengangkut bikolateral mempunyai jendela daun dan jaringan interfasikuler tidak dapat dibedakan satu sama lain.

2. Daun

Daun Kecubung mempunyai jaringan-jaringan sebagai berikut:

· Jaringan Epidermis

Terdiri dari selapis sel dan tidak mengandung plastida yang berkembang baik kecuali sel penutupnya. Sel penutup dikelilingi oleh satu atau lebih sel tetangga (salah satunya lebih kecil) dengan ukuran yang berbeda dari sel epidermis sekelilingnya. Dinding sel epidermis mengandung kutin dan lignin. Pada permukaan epidermis daun banyak terdapat trikoma.

· Jaringan Mesofil

Mesofil mengalami diferensiasi menjadi;

§ Jaringan palisade

Berbentuk silindris memanjang pada sumbu transversal daun dan mengandung banyak kloroplas. Tersusun dalam ikatan yang padat menjadi 1 lapis atau lebih.

§ Jaringan bunga karang

Tersusun oleh sel yang tidak teratur, bercabang-cabang, berisi kloroplas. Sel-selnya dipisahkan ruang antar sel yang besar. Sel mesofil yang menyelubungi berkas pengangkut mengandung lebih sedikit kloroplas dan dindingnya lebih tebal.

· Jaringan Pengangkut

Mengandung xilem dan floem yang fungsinya sama dengan yang di batang. Berkas floemnya di bagian adaksial dan berkas xilem di bagian abaksial. Selain itu juga terdapat tulang daun yang menguatkan daun serta sebagai jalan transport air dan zat hara yang terlarut di dalamnya pada arus transpirasi dan pada proses translokasi hasil fotosintesis ke bagian tubuh lain.

3. Bunga

a. Sepala dan Petala

Terdiri dari jaringan parenkim, berkas pengangkut, dan epidermis. Sepala berwarna hijau karena mengandung kloroplas. Mesofil sepala tersusun atas sel-sel yang isodiametris dan renggang. Epidermis sepala dilapisi kutin tipis dan meiliki trikomata dan stomata.

Petala tidak berwarna hijau karena ada kromoplas dalam vakuola. Mesofil petala terdiri dari perenkim yang terusun rapat dan renggang. Epidermis petala permukaannya agak bergelombang membentuk tonjolan pendek.

b. Stamen (Benang sari)

Tipe berkas pengangkut stamen Kecubung adalah ampikribral. Jaringan dasar penyusun tangkai sari adalah parenkim tnpa ruang antar sel dan jaringan dasar penyusun kepala sari adalah parenkim yang telah berspesialisasi menjadi sel kelamin.

c. Ovarium (Bakal buah)

Dinding bakal buah terdiri dari parenkim dan berkas pengangkut dengan lapisan epidermis di sebelah luar.

4. Akar

Akar terdiri dari jaringan-jaringan berikut:

v Jaringan Epidermis

Bulu akar merupakan tonjolan dari epidermis tunggal untuk mnyerap dan menunjang tumbuhan dan disebut trikoblas. Trikoblas berasal dari pembelahan sel induk epidermis (protoderm) yang tidak sama besar.

v Jaringan Korteks

Tersusun atas jaringan parenkim berisi tepung dan sel idioblas.

§ Eksodermis

Terdiri dari selapis sel, sel panjang, dan memilik pita Caspary yaitu bgian dinding primer yang menebal.

§ Endodermis

Terdiri dari selapis sel yang struktur anatomi dan fungsi fisiologinya berbeda dengan jaringan di sebelah luar dan dalamnya. Sel endodermis mengalami penebalan selulosa dan lignin. Sel yang tidak mngalami penebalan disebut sel peresap yang terletak di depan protoxilem.

v Jaringan Pengangkut

Terdiri dari xilem dan floem dan unsur bukan pengangkut. Empulurnya terletak di pusat silinder akar dan bersifat seperti parenkim. Xilem akar merupakan bangunan teras di tengah dengan tonjolan serupa jari-jari ke arah luar dan di antaranya terdapat floem.

5. Buah

Terdiri dari 3 lapisan yaitu epikarpium, mesokarpium, dan endokarpium.

Kulit buah Kecubung buah berdaging berparenkim yang dinding buahnya berasal dari karpela dan jaringan lain. Bentuknya seperti bangunan yang disusun oleh parenkim berdinding tipis.

6. Biji

Terdiri atas beberapa bagian yaitu:

v Embrio

Bekas pelekatan biji pada plasenta berupa hilum. Embrio mempunyai 3 jaringan meristem yaitu protoderm, prokambium, dan meristem dasar.

v Endosperm terdiri dari endosperm non selular, selular, dan helobial.

Endosperm mempunyai sel berdinding tipis dengan vakuola besar. Berisi cadangan makanan dengan sel-sel yang rapat tanpa ruang antar sel

v Testa berasal dari integumen dan terdiri dari sel berdinding tipis. Epidermis kulit biji berdinding tebaldan berisi zat warna.

Kecubung cocok hidup di dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 m di atas permukaan laut. Selain itu tumbuh liar di ladang-ladang, Kecubung juga sering ditanam di kebun atau pelataran halaman rumah di pedesaan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji dan stek.

Kecubung terdiri dari apa aja sih????

Komposisi :

Kecubung (Datura Metel) mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya: hiosin, co-oksalat, zat lemak, atropin (hyosiamin) dan skopolamin.

Toksisitas Kecubung:

Kecubung yang berbunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis kecubung lainnya yang juga mengandung zat alkaloida. Untuk itu pemakaiannya sangat hati-hati dan terbatas sebagai obat luar.

Perhatian!! Apabila seseorang keracunan kecubung, usahakan jangan sampai tertidur. Dan untuk melawan keracunan tersebut adalah dengan minum kopi yang keras dan usahakan supaya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya ataupun minum air jahe yang digodok dengan air kelapa muda sebagai penawar.

Sedangkan keracunan oleh atropin kebanyakan terjadi akibt makan buah atau biji Datura metel. Gejala keracunana adalah hipertermia akibat terhambatnya sekresi keringat, keadaan tertimulasi, halusinasi, dan kejang-kejang klonik yang diikuti dengan stadium hilangnya kesadaran yang dalam. Kematian terjadi akibat kelumpuhan pernapasan pusat.

Terapinya adalah mencegah absorbsi dan menurunkan suhu, pernapasan buatan pada lumpuhnya pernapasan yang membahayakan dan pemberian intramuskular 2 mg piridostigmin (Anticholium) (Mutschler, 1991).

Tahu ga apa manfaat Kecubung??????

Penyakit Yang Dapat Diobati:

Asma, reumatik, sakit pinggang, pegel linu, bisul, eksim, sakit gigi, sakit perut bagian atas, bengkak (obat luar), ketombe (obat luar), sulit buang air besar (obat luar), terkilir (obat luar).

Cara Pakai:

1. Asma (Mengi atau Bengek)

a. Bahan: 10 lembar daun kecubung

Cara membuat: Daun kecubung diiris-iris (dirajang) dan dijemur

sampai kering;

Cara menggunakan: Dipakai untuk merokok dengan bungkus

kelobot jagung.

b. Bahan: daun dan bunga kecubung secukupnya

Cara membuat: daun dan bunga kecubung diiris-iris (dirajang) dan

dijemur sampai kering;

Cara menggunakan : Dipakai untuk merokok sebagai gantinya

tembakau.

2. Reumatik

Bahan: daun kecubung dan minyak kelapa

Cara membuat: daun kecubung diremas-remas sampai layu,

kemudian diolesi dengan minyak kelapa dan dipanggang di atas api;

Cara menggunakan : Dalam keadaan hangat-hangat ditempelkan

pada bagian yang sakit.

3. Sakit pinggang/Boyok, Reumatik, Pegel-Linu, Memar dan Bisul

Bahan: 4 lembar daun kecubung dan kapur sirih secukupnya;

Cara membuat: Kedua Bahan tersebut ditumbuk (dipipis) sampai

halus dan dibuat adonan sampai merata;

Cara menggunakan: dipakai untuk bedak atau param gosok pada

bagian yang sakit.

4. Eksim

Bahan: 3 lembar daun kecubung dan minyak kelapa;

Cara membuat: daun kecubung ditumbuk halus, ditambah dengan

minyak kelapa, kemudian dipanggang di atas api;

Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk

menggosok bagian badan yang kena eksim.

5. Ketombe

Bahan: 7 helai daun Kecubung (kering) dan 5 sendok makan minyak kelapa.

Cara membuat : Masukkan dalam botol dan tutup, kemudian dipanaskan di bawah sinar matahari selama 7 hari.

Cara menggunakan: Oleskan pada kulit kepala 2 kali sehari, pagi dan sore.

6. Terkilir

Bahan: Daun Kecubung 14 helai, sereh (dicacah halus) 2 buah, 2 gelas minyak kelapa

Cara membuat: campuran dididihkan lalu disimpan semalam di tempat tertutup. Campuran dipisahkan, minyaknya lalu dihangatkan.

7. Bengkak dan Sulit ke belakang

Bahan: Beberapa helai daun Kecubung dan sedikit minyak kelapa.

Cara membuat: diremas-remas

Cara menggunakan: Letakkan daun tersebut pada kulit yang bengkak. Untuk penderita sulit buang air besar, letakkan remasan daun tersebut di perut.

8. Sakit Perut Saat Haid

Bahan: Daun Kecubung segar dan beras dalam jumlah sama.

Cara membuat: Giling sampai halus daun Kecubung segar dan beras.

Cara menggunakan: balurkan ke perut bagian bawah. (Ramuan ini juga bisa digunakan untuk pembengkakan payudara akibat bendungan ASI. Caranya membalurkan ramuan tersebut pada payudara yang bengkak.)

9. Lendir di Tenggorokan

Bahan: Daun Kecubung 3 lembar dan 3 gelas air.

Cara membuat: Cuci dan rebus 3 lembar daun Kecubung segar dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Kemudian saring dan dinginkan. Kemudian Anda juga perlu merebus hingga mendidih air gula asam yang dicampuri gula aren.

Cara menggunakan: Setelah kedua ramuan ini dingin minumlah ramuan kecubung terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan meminum air gula asam

10. Sakit gigi

Bahan: Serbuk Kecubung yang telah dikeringkan.

Cara membuat: Giling hingga menjadi serbuk bunga kecubung yang telah dikeringkan.

Cara menggunakan: taburkan pada gigi Anda yang nyeri karena berlubang. (Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi nyeri akibat bisul.)

FISIOLOGI Datura metel (Kecubung)

Fisiologi tumbuhan Kecubung meliputi beberapa proses, yaitu:

1. Fotorespirasi

Tumbuhan Datura metel merupakan tumbuhan C3. Pada Datura metel, fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisco, enzim siklus Calvin yang menambahkan CO2 pada ribulosa bisfosfat. Disebut tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organik pertama adalah senyawa berkarbon tiga, 3-fosfogliserat. Tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin. Yang membuat keadaan ini memburuk, rubisko dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Produknya terurai, dan satu potong, senyawa berkarbon-dua, dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon dua menjadi CO2. Proses ini disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi. Namun fotorespirasi tidak menghasilkan ATP dan makanan. Sebenarnya fotorespirasi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organik dari siklus Calvin (Campbell, 2000).

Kondisi lingkungan yang dapat mendorong fotorespirasi adalah hari yng panas, kering, dan terik (kondisi yang menyebabkan stomata tertutup (Campbell, 2000).

2. Respirasi

Reaksi respirasi merupakan reaksi katabolisme yang memecah molekul-molekul gula menjadi molekul anorganik berupa CO2 dan H2O (Salisbury, 1995). Tujuan respirasi adalah untuk mendapatkan energi melalui proses glikolisis. Senyawa gula diperoleh dari proses fotosintesis. Butiran amilum yang tersimpan dalam jaringan dan organ penyimpan cadangan makanan akan diubah kembali dalam bentuk glukoa fosfat di dalam sitoplasma sel. Kemudian glukosa fosfat akan dipecah menjadi piruvat dan masuk ke dalam siklus Krebs. Selama glikolisis berlangsung dan dalam siklus Krebs akan dihasilkan gas CO2 yang akan dikeluarkan dari dalam sel. Gas tersebut dengan berdifusi akan terkumpul dalam rongga-rongga antarsel dan bila tekanan telah cukup akan keluar dari jaringan.

C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O

glukosa oksigen karbon dioksida air

Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi adalah suhu, kelembaban, ketersediaan jumlah dan jenis subsrat, ketersediaan O2 (Salisbury, 1995).

3. Transpirasi

Transpirasi adalah keluar/ hilangnya sisa air dalam bentuk uap melalui evaporasi dari permukaan lembab jaringan internal (sel basah) bagian tanaman yang terbuka, khususnya daun. Transpirasi merupakan proses fisiologis tertentu untuk membuang kelebihan air. Proses ini diatur oleh tanaman dengan gerakan sel penutup stomata dan terjadi pada siang hari. Hanya sebagian kecil air yang diserap melalui akar digunakan dalam proses metabolisme, hampir 95% dibuang melalui proses transpirasi

Fungsi penting air dalam tumbuhan adalah untuk mnjaga turgiditas sel. Ada 3 macam tipe transpirasi yaitu transpirasi stomata, kutikula, dan lentisel. Tumbuhan Datura metel menggunakan 2 tipe transpirasi di antaranya yaitu:

Ø Transpirasi stomata

Merupakan bentuk paling umum dan kira-kira 90% total transpirasi. Stomata terdapat pada permukaan daun, epidermis batang muda dan buah yang muda.

Ø Transpirasi lentisel

Lentisel terdapat pada periderm batang berkayu dan buah sebagai ventilator. Transpirasi melalui lentisel hanya kurang lebih 80%.

Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi, yaitu: kelembaban, angin, cahaya, temperatur, tekanan atmosfer, dan kadar air dalam tanah/media.

4. Fotosintesis

Tumbuhan Datura metel mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan lain. Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan tenaga cahaya matahari. Dengan adanya sinar matahari, pigmen-pigmen fotosintetik (terutama klorofil) akan teraktivasi sehingga dihasilkan energi berupa ATP dan NADPH. Energi-energi tersebut akan dimanfaatkan untuk mensintesis karbohidrat sederhana pada reaksi gelap. Karbohidrat yang terbentuk akan diangkut pula ke bagian-bagian organ nonfotosintetik (batang dan akar) dan sebagian akan disimpan dalam bentuk amilum.

cahaya matahari

Reaksi fotosintesis: 6CO2 + 12H2O C6H12O6 + 6H2O + 6O2

Karbon dioksida klorofil glukosa air oksigen

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah

Faktor luar meliputi cahaya, jumlah CO2, temperatur, jumlah H2O.

Faktor dalam meliputi: klorofil (faktor utama), produk akhir fotosintesis, susunan anatomi daun, dan hidrasi pada protoplasma.

Sumber:

Campbell, Neil A., 2000, Biologi edisi 5 jilid1, 196, Erlangga, Jakarta

Salisbury, Frank B., 1995, Fisiologi Tumbuhan, 71-85,89, ITB, Bandung

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=14

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=226

http://en.wikipedia.org/wiki/Datura_metel

http://www.prn2.usm.my/mainsite/plant/daturametel.html

http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/024/kes4.html

http://www.prn2.usm.my/mainsite/plant/daturafast.html

http://www.suaramerdeka.com/cybernews/sehat/obatalami/obat-alami15.html

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: